kata saling melayani itu tentu indah yaa, tapi pada kenyataannya sering sulit untuk dilakukan. siang ini saat aku santap siang dirumah, karena ruang makan tidak terlampau jauh dengan kebun belakang rumah, aku melihat pemandangan yang luar biasa.
di kebun belakang rumahku ini setiap hari disinggahi cukup banyak burung gereja. mengapa bisa begitu ? awalnya burung-burung gereja ini hingga diatas tembok kemudian turut mencicipi makanan 'doggy' ku yang ada disitu. jadi kalau doggy-ku tertidur, burung-burung itu berani turun dan menyantap makanan dari panci makanan doggyku.
sudah hampir dua tahun doggyku tidak ada karena mati disebabkan usia tuanya. tapi kebiasaan menyediakan makanan dipanci kecil itu tidak berakhir. karena orang serumah melihat bahwa burung-burung gereja itu sudah terbiasa bertengger ditembok dan apabila merasa aman mereka akan terbang turun untuk berkerumun disekitar panci makanan itu.
yang istimewa pada siang hari ini adalah, aku kebetulan memperhatikan dari meja makan sembari santap siang; adalah ada dua ekor burung gereja yang mencicit sukup ramai. apa yang mereka lakukan ? salah satu ekor burung gereja itu turun menuju panci makanan untuk makan, tetapi burung itu tidak hanya makan bagi dirinya saja. burung itu juga membawa makanan dan dibawa terbang keatas tembok itu untuk diberikan kepada burung sesama temannya itu yang bertengger ditembok. aku perhatikan terus ... dilakukan bolak-balik dari atas kebawah dan sebaliknya sekitar tujuh kali. sungguh luar biasa ...
kalau burung gereja mahluk sekecil itu dengan otak dan hati (punya tentunya yaa) sekecil sesuai dengan ukuran tubuhnya mampu melakukan pekerjaan melayani diantara mahluk itu, mengapa justru manusia yang jauh lebih sempurna masih saja sulit saling melayani ? mungkin justru manusia merasa dirinya terlampau hebat dan menggunakan kehebatannya untuk hal-hal yang lebih memenuhi ke-akuan mereka saja yaa ... bisa jadi begitu, siapa tahu ... !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar